putusin aja gpp kok,hehe
May 12th, 2009 by ilcapitano-didietSssst…. tulisan ini khusus untuk saudara/i ku, teman-temanku yang ingin mencoba kembali di jalan Allah. Semoga Allah meridhai Amiiiin.
Bagi sebagian orang mungkin pacaran itu hal lumrah apalagi di jaman sekarang ini anak kecil aja dah mulai cinta-cintaan, hal ini terjadi karena maraknya sinetron-sinetron dan film yang menyuguhkan tema cinta dan kehidupan anak muda di era modern saat ini. Mereka (para pengusaha dan orang2 yang bekerja di bidang hiburan ini) tidak memikirkan dampak dari hasil karya yang mereka buat yang penting uang mengalir dan bisnis mereka lancar. Ya walaupun tidak semua dari mereka seperti itu tapi kebanyakan ya seperti itulah. Bicara masalah pacaran dan cinta itu pasti ga pernah ada habisnya. Apalagi kalau yang sedang kasmaran atau baru aja jadian, kalau kata lagunya maia sih “aku mau makan ku ingat kamu, aku mau tidur ku ingat kamu, aku mau pergi ku juga ingat kamu oooh cinta ini kah bila ku jatuh cinta”. Ya tiap orang pasti pernah merasakan rasanya jatuh cinta, cinta pada lawan jenis itu anugerah dari Allah tapi itu semua tergantung dari gimana cara kita menyikapinya. Kalau kita mengikuti ajaran Rasulullah pastinya insyaAllah kita bisa selamat dunia akhirat tapi kalau kita mengikuti ajaran dosen yang punya nama beken Syaitan ya sudah pastilah kita bisa terjerumus sama yang namanya Pacaran.
Yang namanya pacaran itu pasti awalnya aja terasa enak, nikmat, bisa bikin melayang ya istilahnya maaf “kotoran kucing aja terasa coklat”, karena tiap pasangan yang melakukan ritual pacaran itu pasti berusaha memperlihatkan kesempurnaan pada pasangannya. Pacaran itu salah satu cara setan menyesatkan umat manusia agar mau menemaninya kelak di neraka, ayo jujur aja kamu-kamu yang dah pernah pacaran pasti tau ngapain aja kalo lagi pacaran. Mulai dari hal-hal yang dianggap kecil padahal tidak dihalalkan oleh Allah kaya berpandang-pandangan, bersentuhan seperti pegangan tangan, rangkul-rangkulan sampai hal2 yang Nauzubillahii mindzalik di haramkan oleh Allah itu dilakukan dengan perasaan tidak berdosa. Nanti kalau sudah terjadi kecelakaan siapakah yang paling merasa dirugikan? Ya, pastinya wanita. Allah itu sayang sekali sama mahkluk ciptaanNya yang bernama wanita tapi kenapa banyak wanita yang tidak menyadari hal itu, andai saja kaum hawa itu menyadari betapa berharganya ia di mata Allah. Subhanallah mungkin air mata sebanyak air di samudera saja tidak cukup menebus rasa sayangnya Allah kepada kaum hawa.
Kembali lagi ke masalah pacaran, bagi sebagian muslim pasti sudah tau kalau pacaran itu merupakan perbuatan yang mendekati zina sedangkan zina itu sangat diharamkan oleh Allah. Tapi kenapa ya banyak orang yang sudah tau kalau pacaran itu haram tapi tetap saja melakukannya, itu karena mereka terkena tipu daya setan, setan itu selalu menggiring hawa nafsu dan setan begitu ambisius untuk ikut serta dalam setiap aktivitas kita .
“Syaithan itu memberikan janji-janji pada mereka, dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal tiadalah syaithan itu menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka.” (An Nisaa:120)
Tidak sadar ya ditipu setan? Memang ada kok orang yang baru sadar sesudah sampai di akhirat. Sesal kemudian tiada arti. Seperti sebait ayat berikut ini:”Dan (ingatlah) hari dimana si zhalim menggigit kedua tangannya seraya berkata, ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku. Kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan menjadi kekasihku!” (Al Furqan:27-28).
Bukankah tak perlu menunggu penyesalan abadi itu datang? Bukankah lebih baik menyesal hari ini di saat laut taubat masih tak bertepi maksudnya, PUTUSKANLAH SAJA PACARMU LALU BILANG I LOVE U TO ALLAH (nyanyiin pake nada ST12 he..). Berikut ada tips2 buat mutusin pacar kamu yang saya kutip dari buku “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” karangan Salim A. Fillah buat kamu yang ingin bertaubat dan takut akan siksa api neraka.
- KATAKAN
Temui dia bersama seorang saudara di jalan Allah yang akan menguatkan taubat kita.(ssst, jangan pernah curhat dan berbagi pada orang yang akan melemahkan niat dan tekad kita untuk bertaubat!). Temui dia dan katakan dengan mengucap syukur: “Segala puji bagi Allah, yang pada detik ini telah menyelamatkan aku darimu dan menyelematkanmu dariku, dan menyelamatkan kita berdua dari syaithan terkutuk. Segala puji bagi Allah yang telah memutuskan tali interaksi haram antara kita. Segala puji bagi Allah yang mengaruniakanku tekad untuk bertaubat dan memberiku keberanian untuk menyerumu bertaubat. Allahu Akbar!”
- TULIS
Kalau kamu tak sanggup menemuinya, tulis surat untuknya. Kalau menulispun rasanya buntu, kamu boleh menyalin surat yang saya kutip dari buku “NIKMATNYA PACARAN setelah PERNIKAHAN” karangan Salim A.Fillah yang dihadiahkannya untuk kita di bawah ini:
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
Ba’da tahmid dan shalawat…..
Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbaharui taubat.
Akhi, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus-menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siapMemberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.
Maaf akhi, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, dan kerdil dihadapanNya. Ia berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. Dan, akhi, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu. Aku takut, hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.
Akhi, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, akhi. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus membonceng motormu, marah karena pernah KetetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu. Ia bisa Marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni. Akhi, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi, Maha Bijaksana.
Akhi, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak selainNya. Tapi tak cuma aku, akhi. Kau pun bisa menjadi KekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. InsyaAllah, Dia punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya. Kau pasti akan dipertemukan dengan seorang wanita shalihah. Ya, wanita shalihah yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridha Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doa untukmu, semoga kaupun mendoakanku, akhi.
Akhi, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara di jalan Allah, akhi. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.
Maaf akhi. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusak hati. Goresan pena terakhirku ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita, insyaAllah.
Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabaraakaatuh.
Semoga tips2 di atas dapat membantu ukhti n akhi yang ingin bertaubat dan kembali ke jalan Allah. Amin
Ada sedikit pesan yang ingin saya sampaikan kepada saudara/i sesama muslim dan teman-temanku yang saya cintai:
Jagalah pandanganmu ukhti n akhi
Buat ukhti sekalian jangan terlalu mudah tergoda rayuan gombal lelaki karena ketika seorang lelaki berkata “Aku mencintaimu…..”, tapi yang sebenarnya itu berbunyi, “Aku ingin berzina denganmu…”(digambarkan oleh Dr.Ali Akbar)
Banyak lelaki penipu yang menggunakan kata cinta untuk mewakili hawa nafsu keji yang mereka selimutkan sepanjang proses pendahuluan sampai zina yang disebut sebagai pembuktian cinta. Demi Allah mereka berdusta! Setiap lelaki hanya menginginkan regukan kenikmatan dalam setiap interaksi yang mereka sebut pacaran meski mereka bersumpah bahwa cintanya suci dan sejati.(kutipan buku “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan”)